Tom Cleverley. © AFP
Sakaupoker.com Agen Poker Online Texas Poker Yang Terpercaya - Gelandang Manchester United, Tom Cleverley, sudah tidak sabar lagi menanti untuk merasakan atmosfer luar biasa Old Trafford, jelang duel pembuka Premier League 14/15 melawan Swansea.
Namun demikian, kemenangan di laga perdana bukan jaminan United bakal menjalani musim yang sukses. Musim sebelumnya, tim menang 4-1 atas Swansea, namun pada akhirnya mereka finish di peringkat tujuh.
"Kami tak sabar lagi untuk tampil melawan Swansea dan memperbaiki semua yang salah tahun lalu. Klub ini selalu bisa bangkit dari situasi sulit, dan itulah alasan mengapa kami banyak digemari di seluruh dunia," tutur Cleverley pada Sakaupoker.com Agen Poker Online Texas Poker Yang Terpercaya.
"Kami juga bermain melawan Swansea di laga perdana tahun lalu, namun di kandang lawan. Kali ini kami akan bermain di kandang sendiri dan saya yakin fans akan terus mendukung kami. Ini akan jadi laga kompetitif pertama sang manajer dan saya yakin atmosfernya bakal spesial," pungkasnya.
Aaron Ramsey menilai Piala FA yang dimenangkan olehArsenal di musim lalu sudah sedikit meredam kritik yang selama ini dialamatkan pada kubu London.
Tim asuhan Arsene Wenger mengakhiri sembilan tahun puasa gelar mereka dengan mengalahkan Hull City di Final Piala FA pada bulan Mei silam. Ramsey pun berharap torehan positif semacam ini terus berlanjut di musim 14/15.
"Anda bisa mengalami momen bagus, namun kadang anda juga akan mengalami momen yang buruk. Namun yang terpenting, semua orang harus terus bersatu dan saling membantu satu sama lain," tutur Ramsey menurut laporan yang diturunkan oleh Sakaupoker.com Agen Poker Online Texas Poker Yang Terpercaya.
"Jika kami mampu melakukan hal tersebut dan melalui periode buruk secepat mungkin, maka kami bakal mengalami tahun yang baik," pungkasnya
Arsenal akan melawan Crystal Palace di laga perdana mereka di Premier League 14/15 akhir pekan ini.
Metode latihan keras yang diterapkan oleh Louis van Gaal di setiap tim yang ia tangani, termasuk Manchester United, mendapat kecaman dari mantan asisten Wales, Raymond Verheijen.
Meski Verheijen mengakui Van Gaal sebagai salah satu manajer terbaik di dunia, ia tidak setuju dengan latihan intensif yang diusung oleh sang meneer. Pasalnya, hal tersebut berpotensi menimbulkan problem cedera yang berkepanjangan.
"Di Manchester United, pada pekan-pekan pertama, Van Gaal menggunakan pendekatan yang sama, dan seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, hal tersebut menimbulkan akibat yang sama: akumulasi cedera," tutur Verheijen di akun Sakaupoker.com Agen Poker Online Texas Poker Yang Terpercaya miliknya.
Luke Shaw jadi salah satu pemain yang dianggap jadi korban sistem kepelatihan Van Gaal, usai sang bek mengalami cedera dan harus absen selama empat pekan.
"Kasus yang dialami oleh Luke Shaw adalah klimaks dari krisis cedera yang dialami oleh Manchester United di pra-musim karena 'terlalu banyak berlatih dalam waktu singkat'," pungkasnya.
Baca juga Blind Makin Mantap Menuju Man United?